Sabtu, 27 Juni 2020

Budidaya Tanaman Hidroponik


Saat ini budidaya tanaman tanpa tanah yang dikenal dengan istilah Hidroponik sedang tren di beberapa kalangan masyarakat petani perkotaan.
Tidak terbatas di kota, hidroponik kini merambah ke wilayah perdesaan.
Beberapa keuntungan budidaya tanaman secara hidroponik antara lain :
  • air akan terus bersirkulasi di dalam sistem
  • Pengendalian nutrisi lebih sederhana sehingga nutrisi dapat diberikan secara lebih efektif dan efisien
  • Relatif tidak menghasilkan polusi nutrisi ke lingkungan
  • Memberikan hasil yang lebih banyak
  • Mudah dalam memanen hasil
  • Steril dan bersih
  • Media tanam dapat digunakan berulang kali
  • Bebas dari tumbuhan pengganggu/gulma
  • Tanaman tumbuh lebih cepat

Sumber:
(https://id.m.wikipedia.org/wiki/Hidroponik )

Minggu, 23 Juni 2019

HAMA THRIPS PADA TANAMAN PALA

Tanaman pala merupakan salah satu tanaman rempah yang saat ini banyak dibudidayakan oleh petani/pekebun.

Di awal pertumbuhannya, seringkali terjadi serangan hama thrips yang mengisap cairan daun muda, sehingga menunjukan gejala keseusakan pada tanaman, daun menggulung dan mengerut.

Lebih jelasnya mari kita saksikan videonya
Semoga bermanfaat.
Terima kasih.

Sabtu, 06 Oktober 2018

SOSIALISASI BANTUAN BENIH PADI DAN AUTP

Menjelang awal musim penghujan, pemerintah memberikan program bantuan benih padi pengganti benih bersubsidi tahun 2018.
Wilayah kerja BPP Kecamatan Salopa mendapat alokasi 285 Ha untuk jenis padi Inbrida untuk 13 kelompoktani yang tersebar di sembilan desa yang ada di kecamatan salopa.
Sosialisasi ini dihadiri oleh pengurus kelompoktani dan pemateri penyuluh pertanian dengan pemateri utama oleh Arif Rahman, S.ST. selaku Mantri Tani dan Penyuluh Pertanian.


Pada acara ini disampaikan Program AUTP (Asuransi Usaha Tani Padi) yang merupakan implementasi dari Undang-undang No 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.
Premi Asuransi sebesar Rp 180.000/ha/musim dengan Subsidi pemerintah sebesar Rp 144.000,-. Sehingga petani hanya membayar Rp 36.000/ha/musim.
Klaim asuransi sebesar Rp 6 juta Rupiah/ha jika terjadi kerusakan diatas 75%.



Dengan adanya Asuransi diharapkan dapat menggantikan biaya usahatani ketika terjadi kegagalan panen.

Kamis, 04 Oktober 2018

Kedelai itu Indah

Saat musim kemarau, volume air mulai berkurang di lahan milik petani di kecamatan salopa.
Hanya 50% dari luas areal 1441,10 Ha yang bisa ditanami padi. Selebihnya areal sawah tidak bisa ditanami padi karena kekhawatiran petani terjadi gagal panen karena kurang pasokan air.
Seiring dengan kondisi sebagian lahan tidak ditanami padi, ada program pengembangan budidaya kedelai bagi kelompok tani, sehingga petani bisa memanfaatkan untuk penanaman kedelai di lahan sawah.
Lahan yang biasanya tidak diusahakan saat kemarau, kini tampak indah menghijau tertutupi pertanaman kedelai.



Semoga apa yang dilakukan menjadi usaha yang dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahtetaan petani.